Dicopot dari Pimpinan Komisi III DPR, Ini Deretan Kontroversi 'Crazy Rich Tanjung Priok' Ahmad Sahroni yang Bikin Heboh

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Polda Sumut, 1. Sebut Seruan Bubarkan DPR sebagai “Orang Tolol Sedunia”, 2. Salahkan Warga soal Insiden TNI di Deli Serdang, 3. Unggahan soal Judi Online yang Ternyata Hoaks, 4. Pertanyakan Mekanisme OTT KPK, 5. Sebut Ridwan Kamil Lawan Gampang di Pilgub Jakarta
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Polda Sumut

  Ahmad Sahroni resmi digeser dari kursi pimpinan Komisi III DPR RI. Politikus Partai NasDem yang dikenal dengan gaya bicara ceplas-ceplos itu kini ditugaskan sebagai anggota Komisi I DPR RI, sesuai surat keputusan Fraksi NasDem yang diteken pada Jumat, 29 Agustus 2025.

Surat bernomor F.NasDem/768/DPR-RI/VIII/2025 itu ditandatangani langsung oleh Ketua Fraksi NasDem Viktor Laiskodat dan Sahroni sendiri selaku Sekretaris Fraksi. Keputusan tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim.

“Rotasi rutin, tidak ada pencopotan, hanya penyegaran,” kata Hermawi, Jumat 29 Agustus 2025 dikutip VIVA.co.id

Dengan pergantian itu, posisi Wakil Ketua Komisi III DPR dari NasDem kini diisi Rusdi Masse Mappasessu. Sedangkan Sahroni dipindahkan ke Komisi I DPR yang membidangi urusan pertahanan, komunikasi, hingga hubungan luar negeri.

Meski karier politiknya tergolong moncer, Ahmad Sahroni bukanlah sosok yang jauh dari sorotan publik. Sebelum digeser dari kursi pimpinan komisi yang membidangi urusan penegakan hukum itu, ia kerap melontarkan pernyataan kontroversial. Berikut deretannya.

1. Sebut Seruan Bubarkan DPR sebagai “Orang Tolol Sedunia”

Kontroversi terbaru yang menyeret nama Sahroni adalah komentarnya terkait wacana pembubaran DPR. Saat kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara pada 22 Agustus 2025, Sahroni menyebut masyarakat yang menyerukan pembubaran DPR sebagai tindakan bodoh.

“Catat nih, orang yang bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia,” ujar Sahroni.

Ia menegaskan bahwa kritik terhadap DPR sah-sah saja, bahkan ia mengaku tidak masalah bila dewan dihujat dengan kata-kata kasar. Namun, menurutnya, seruan membubarkan DPR justru berlebihan dan tidak masuk akal. Pernyataan ini menuai reaksi keras dari publik dan viral di media sosial.

2. Salahkan Warga soal Insiden TNI di Deli Serdang

Pada November 2024, Sahroni kembali disorot setelah komentarnya terkait penyerangan puluhan anggota TNI terhadap warga di Deli Serdang, Sumatera Utara. Dalam pernyataannya, ia terkesan menyalahkan warga yang menjadi korban.

“Kan gini, rakyat kita ini kadang arogansinya muncul karena apa, narkoba, minum. Yang disalahin sekarang ini ya kebanyakan TNI, polisi dan para pejabatnya. Tapi kita kan nggak tahu, rakyat itu melakukan sesuatu merugikan siapa,” kata Sahroni.

Komentar tersebut langsung menuai kritik, termasuk dari LBH Medan yang menilai Sahroni tidak menunjukkan empati terhadap korban.

3. Unggahan soal Judi Online yang Ternyata Hoaks

Masih di tahun 2024, Sahroni juga bikin gaduh setelah mengunggah video penggeledahan yang ia klaim terkait kasus judi online di Kementerian Komunikasi dan Digitali (Komdigi).

Namun, belakangan Kejaksaan Agung membantah klaim tersebut. Video itu disebut terkait kasus korupsi PT Duta Palma, bukan judi online. Sahroni kemudian mengklarifikasi bahwa unggahannya bukan pernyataan resmi, melainkan sekadar pertanyaan mengenai kebenaran video tersebut.

4. Pertanyakan Mekanisme OTT KPK

Dalam rapat dengan KPK pada Agustus 2024, Sahroni sempat mempertanyakan mekanisme Operasi Tangkap Tangan (OTT). Ia mengaku bingung dengan terminologi OTT yang dilakukan KPK dan menyarankan adanya koordinasi lebih baik.

“Kalau komunikasinya baik, bahkan bisa kita anterin pak terduganya ke KPK. Kita enggak akan lindungi. Silakan tangkap siapa pun yang bersalah, kami mendukung sepenuhnya,” tegas Sahroni.

Pernyataannya ini menimbulkan polemik lantaran dianggap melemahkan kerja KPK, meski Sahroni tetap menegaskan bahwa NasDem mendukung penuh penegakan hukum.

5. Sebut Ridwan Kamil Lawan Gampang di Pilgub Jakarta

Kontroversi lain datang dari ucapannya soal mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Saat menjawab pertanyaan wartawan terkait baliho “OTW Jakarta” Ridwan Kamil pada Februari 2024, Sahroni melontarkan pernyataan yang dianggap meremehkan.

“Kalau Ridwan Kamil doang mah gampang lah lawannya, terlalu mudah, ha-ha-ha. Wakilnya? Ya nggak tahu, maju aja belum, ngawur ini,” kata Sahroni.

Meski akhirnya menegaskan dirinya tak berniat maju di Pilgub DKI Jakarta, pernyataan tersebut sempat memicu sahut-sahutan di media sosial antara dirinya dengan Ridwan Kamil.

Perjalanan politik Ahmad Sahroni memang penuh warna. Sosok yang dikenal sebagai ‘Crazy Rich Tanjung Priok’ ini kerap menjadi headline bukan hanya karena jabatannya di DPR, tetapi juga karena komentar-komentar tajamnya yang menimbulkan kontroversi.