Ahmad Sahroni Digeser Nasdem dari Komisi III ke Komisi I DPR RI, Apa Tugas Barunya?

Komisi I DPR RI, Nasdem, Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, komisi III DPR RI, ahmad sahroni dimutasi, Ahmad Sahroni Digeser Nasdem dari Komisi III ke Komisi I DPR RI, Apa Tugas Barunya?

Ahmad Sahroni resmi digeser oleh partainya dari jabatan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Walau begitu, saat ini ia masih menjabat sebagai anggota dewan pasca dimutasi menjadi anggota Komisi I DPR RI.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Hermawi Taslim membenarkan soal mutasi tersebut.

"Rotasi rutin," ujar Hermawi kepada Kompas.com, Jumat (29/8/2025).

Hermawi juga membantah jika Sahroni dicopot dari jabatannya sebagai perwakilan Nasdem di DPR. Dia menyebut, itu hanyalah langkah Nasdem dalam melakukan penyegaran.

Saat ditanya apakah rotasi ini dilakukan akibat ucapan kontroversial Sahroni baru-baru ini, Hermawi kembali membantah.

"Rotasi biasa saja," kata Hermawi.

Apa Tugas Baru Ahmad Sahroni di Komisi I DPR RI?

Dirangkum dari berbagai sumber, Komisi I merupakan satu dari 13 Komisi yang ada di DPR RI yang berdasarkan Keputusan Rapat Paripurna DPR RI tanggal 15 Oktober 2024 mempunyai ruang lingkup tugas di bidang pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, dan intelijen.

Sederet isu yang masih dibahas di Komisi I DPR RI antara lain kasus kematian Prada Lucky, Revisi UU Penyiaran, usulan pembentukan Cyber Command TNI dan Komando Pertahanan Pangan Nasional, hingga konflik Palestina-Israel.

Sehingga, Ahmad Sahroni nantinya akan bekerja menangani isu-isu tersebut bersama rekan partainya yaitu Viktor Bungtilu Laiskodat, Prananda Surya Paloh, Andina Thresia Narang, dan Amelia Anggraini.

Sebelumnya, dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2024-2025, dilaksanakan Selasa (22/10/2024), telah ditetapkan pimpinan, wakil, dan anggota Komisi I DPR RI.

Adapun Ketua Komisi I yakni Utut Adianto dari Fraksi PDI-P. Sementara Wakil Ketua Komisi I antara lain Dave Akbarshah dari Fraksi Golkar, Ahmad Heryawan dari Fraksi PKS, Budi Satrio dari Fraksi Gerindra, dan Anton Sukartono Suratto dari Fraksi Demokrat.

Sementara, wakil  Nasdem di Komisi I berjumlah lima orang.

Nasdem Ungkap Alasan Mutasi Ahmad Sahroni

Senada, Ketua Fraksi Nasdem DPR RI Viktor Laiskodat mengungkapkan alasan penggantian Ahmad Sahroni dari posisi sebagai Wakil Ketua Komisi III.

Menurutnya, Nasdem ingin memperkuat kinerja fraksi di DPR RI agar selaras dengan semangat restorasi Indonesia yang selalu digaungkan partainya.

“Kami ingin setiap kader bekerja sesuai kapasitas terbaiknya untuk rakyat. Itulah semangat restorasi yang terus kami jalankan,” ujar Viktor, Jumat (29/8/2025).

Adapun posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Nasdem selanjutnya akan diduduki oleh Rusdi Masse Mappasessu, yang sebelumnya merupakan anggota Komisi IV DPR RI.

Viktor menekankan bahwa peran Komisi III DPR RI cukup vital dalam mengawasi kinerja institusi penegak hukum.

Oleh karena itu, rotasi yang dilakukan pada Ahmad Sahroni dilakukan untuk mempertegas agenda-agenda pengawasan dan legislasi di bidang hukum.

“Rotasi ini menegaskan komitmen Fraksi Nasdem menghadirkan politik yang adaptif dan responsif,” ucap Viktor.

Viktor menambahkan, semangat restorasi yang diusung partainya menekankan bahwa penugasan kader tidak sekadar kebutuhan internal, namun juga menyesuaikan perkembangan tantangan zaman.

“Dengan mengusung semangat restorasi, partai menekankan bahwa setiap kader ditempatkan bukan hanya berdasarkan kebutuhan internal, tetapi juga demi menjawab tantangan kebangsaan yang terus berkembang," pungkasnya.

Dimutasi Setelah Ujaran “Orang Tertolol Sedunia” Tuai Kontroversi

Rotasi ini terjadi setelah Ahmad Sahroni menuai kontroversi saat merespons kritik publik yang mendesak agar DPR dibubarkan.

Desakan itu mencuat seiring munculnya rincian gaji dan penghasilan anggota DPR yang dinilai fantastis hingga Rp230 juta, namun dinilai tak diimbangi dengan kinerja anggota DPR.

Di sisi lain, kenaikan tunjangan bagi anggota DPR di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit dianggap tidak pantas.

Ahmad Sahroni lalu merespons desakan pembubaran DPR RI itu saat melakukan kunjungan kerja ke Polda Sumut pada Jumat (22/8/2025).

Sahroni menuturkan bahwa desakan untuk membubarkan DPR adalah sikap yang keliru. Ia bahkan menyebut pandangan ini sebagai mental orang tolol.

Sahroni mengingatkan bahwa boleh saja mengkritik DPR, mencaci maki, dan mengeluh. Hanya saja, harus punya adat istiadat dan sopan santun dalam menyampaikan kritik.

"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita," ujar Sahroni saat melakukan kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025).

Setelah itu, Ahmad Sahroni pun mengklarifikasi dan membantah dirinya bermaksud merendahkan masyarakat yang belakangan menyerukan pembubaran DPR RI.

Dia bahkan mengeklaim, pernyataan "orang tolol sedunia" yang menuai kritik sesungguhnya bukan ditujukan kepada publik, melainkan pada cara berpikir pihak yang menilai DPR bisa begitu saja dibubarkan.

“Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, kan enggak ada,” ujar Sahroni saat dihubungi Kompas.com, Selasa (26/8/2025).

“Tapi untuk spesifik yang gue sampaikan bahwa bahasa tolol itu bukan pada obyek, yang misalnya ‘itu masyarakat yang mengatakan bubar DPR adalah tolol’. Enggak ada itu bahasa gue,” imbuh dia.

Menurut dia, ucapannya lantas dipahami secara keliru dan kemudian digoreng hingga seolah-olah ditujukan kepada masyarakat.

Sahroni menegaskan bahwa sesungguhnya yang disoroti adalah logika berpikir yang menilai DPR bisa dibubarkan hanya karena isu gaji dan tunjangan anggota.

“Iya, masalah ngomong bubarin pada pokok yang memang sebelumnya adalah ada problem tentang masalah gaji dan tunjangan. Nah, kan itu perlu dijelaskan bagaimana itu tunjangan, bagaimana itu tunjangan rumah. Kan perlu penjelasan yang detail dan teknis,” tutur Sahroni.

“Maka itu enggak make sense kalau pembubaran DPR, cuma gara-gara yang tidak dapat informasi lengkap tentang tunjangan-tunjangan itu,” ujar dia.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan ”Alasan NasDem Ganti Ahmad Sahroni dari Kursi Pimpinan Komisi III DPR”.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!