Surabaya Strategis untuk Rantai Pasok Otomotif Nasional

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan bahwa Jawa Timur menjadi salah satu pusat pasar kendaraan bermotor di Indonesia dengan kontribusi 9,7 persen dari total penjualan mobil nasional.
Melihat potensi tersebut, Kemenperin menegaskan komitmennya untuk memperkuat struktur industri otomotif di provinsi ini, sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) alias electric vehicle (EV).
“Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kami memastikan industri dalam negeri tetap memiliki akses bahan baku, daya saing produksi, serta peluang ekspor yang terus diperluas,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (28/8/2025).
Ilustrasi penjualan mobil
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, menyebut Surabaya dan Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam peta industri otomotif.
Selain menjadi pasar penting, wilayah ini juga dinilai potensial untuk memperkuat rantai pasok otomotif nasional.
“Surabaya, sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, memiliki peran strategis dalam peta industri otomotif nasional. Potensi ini harus diimbangi dengan penguatan struktur industri yang kokoh dan terintegrasi dari hulu ke hilir,” ujar Setia.
Berdasarkan data Vehicles in Use 2024 dari Organisasi Internasional Produsen Kendaraan Bermotor (OICA), rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih rendah, yakni 99 unit per 1.000 penduduk.
Angka ini tertinggal dari Malaysia (490), Thailand (275), dan Singapura (211).
Namun, Indonesia mencatat penjualan kendaraan domestik tertinggi di ASEAN, menunjukkan pasar yang besar dan prospektif bagi investasi maupun ekspansi produksi.
Ilustrasi penjualan mobil.
“Struktur industri otomotif nasional terbukti memiliki koefisien backward linkage sebesar 0,975 dan forward linkage sebesar 0,835. Artinya, industri ini memberikan efek pengganda besar pada perekonomian,” jelas Setia. "Termasuk sektor logam, karet, elektronik, perdagangan, transportasi, logistik, hingga jasa keuangan," katanya.
Ia menambahkan bahwa penguatan ekosistem otomotif di Jawa Timur tidak hanya berfokus pada pasar konvensional, tetapi juga diarahkan untuk mengakselerasi transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.
Hal ini sejalan dengan agenda nasional untuk menekan emisi sekaligus menciptakan peluang industri baru.
“Pemerintah berkomitmen menjaga resiliensi industri, daya beli masyarakat, dan mengakselerasi transisi menuju teknologi ramah lingkungan, termasuk KBLBB,” imbuhnya.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!