Top 38+ Korban Luka Rusuh Demo DPR Dirawat di 10 RS, Pramono Anung Pastikan Semua Gratis

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat yang menjadi korban insiden unjuk rasa di Jakarta.
Sebanyak 38 orang yang mengalami luka-luka mendapat jaminan perawatan penuh dari pemerintah daerah tanpa terkecuali.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyampaikan bahwa pemerintah tidak ingin para korban khawatir dengan biaya medis.
“Pemprov DKI Jakarta menanggung penuh biaya perawatan bagi seluruh pasien tanpa terkecuali. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan layanan kesehatan terbaik tanpa khawatir soal biaya,” ujar Pramono di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Bagaimana Pemerintah Menangani Korban Luka?
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, 38 pasien luka tersebar di sejumlah rumah sakit, antara lain:
- RSCM: 1 orang
- RS Pelni: 12 orang
- RSPP: 8 orang
- RS Bhakti Mulia: 5 orang
- RS Budi Kemuliaan: 2 orang
- RS Patria IKKT: 1 orang
- RSAL Mintohardjo: 5 orang
- RS Eka Permata Hijau: 1 orang
- RSUD Tarakan: 1 orang
- RSKD Duren Sawit: 2 orang.
Koordinasi lintas instansi juga dilakukan agar situasi tetap terkendali dan kondisi para korban mendapat pemantauan medis berkelanjutan.
Apa Respons Pemprov DKI atas Kematian Affan Kurniawan?
Pramono Anung datang melayat ke rumah duka Driver Ojol, Affan Kurniawan
Selain menangani korban luka, Pemprov DKI juga memberikan perhatian penuh terhadap korban meninggal dunia. Pada Jumat pagi, Gubernur Pramono melayat ke rumah duka Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Ia memastikan seluruh kebutuhan keluarga korban, mulai dari pemulasaran jenazah hingga proses pemakaman, ditanggung oleh pemerintah daerah.
“Kami ingin memastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan penuh, baik secara moral maupun material,” kata Pramono.
Apa Tuntutan dari Komunitas Ojol?
Tragedi yang menimpa Affan Kurniawan memicu reaksi keras dari komunitas pengemudi ojek online. Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menegaskan bahwa Affan adalah korban yang tidak terlibat dalam kerusuhan.
“Affan Kurniawan bukanlah bagian dari kerusuhan, melainkan korban yang terjebak di tengah situasi bentrokan,” ujarnya.
Igun meminta pemerintah segera membentuk tim gabungan pencari fakta independen untuk mengusut tuntas kejadian ini.
Ia juga mendesak adanya transparansi dari Kepolisian RI terkait kronologi peristiwa, serta memastikan para pelaku yang lalai maupun sengaja bertanggung jawab atas kematian Affan.
Selain itu, Igun menyerukan solidaritas nasional dari seluruh pengemudi ojol di Indonesia untuk menggelar doa bersama dan tabur bunga sebagai simbol duka.
“Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa nyawa rakyat tidak boleh menjadi korban akibat kelalaian. Negara harus hadir melindungi, bukan mencederai,” tegasnya.
Adapun, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) juga menaruh perhatian serius terhadap kasus ini.
Anggota Kompolnas, Muhammad Choirul Anam, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal pengusutan kematian Affan hingga tuntas. Ia menyebut sudah bertemu dengan keluarga korban yang menuntut keadilan atas tragedi tersebut.
Menurut Anam, langkah investigasi yang transparan dan akuntabel harus segera dilakukan agar kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum tetap terjaga.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "".
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!