Harga Mobil Listrik Impor Tanpa Insentif, Bisa Naik Rp 400 Jutaan

 Insentif mobil listrik impor tidak akan dilanjutkan di 2026. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Investasi Nomor 6 Tahun 2023.

Pihak Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengkonfirmasi bahwa batas waktu impor mobil listrik adalah 31 Desember 2025.

Sementara per Januari 2026 sampai Desember 2027 manufaktur harus memperhatikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lini kendaraan yang dipasarkan, dari 40 persen naik bertahap ke 60 persen.

Seluruh pabrikan penerima insentif wajib merakit lokal kendaraan sesuai dengan jumlah dipasarkan di dalam negeri selama 2024.

Denza D9

Perlu diketahui Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan listrik ditanggung 100 persen oleh pemerintah.

Kemudian melalui program insentif impor mobil listrik, bea masuk mobil listrik Completely Built Up (CBU) juga dibebaskan.

Sedangkan dalam kondisi normal, ada biaya bea masuk sebesar 50 persen dari angka nilai jual kendaraan yang terdaftar.

Tanpa potongan tersebut, ada peluang mobil listrik impor di Indonesia mengalami penyesuaian harga jika belum dirakit lokal per 2026.

Hitungan kasarnya, sebagai contoh, BYD Atto 1 dilego Rp 195 juta sampai Rp 235 jutaan on the road Jakarta.

Sedangkan berdasarkan data yang tercatat di laman Samsat PKB, kedua model ini memiliki Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Rp 245 juta sampai Rp 281 juta.

Apabila dibebankan bea masuk sebesar 50 persen, maka harga BYD Atto 1 tanpa insentif bisa menjadi Rp 367,5 jutaan buat tipe terendah sementara varian teratasnya Rp 421,5 juta.

Kemudian model lain seperti Atto 3, dengan NJKB Rp 371 juta dan Rp 398 juta. Jika termasuk bea masuk angkanya berpotensi melejit ke Rp 556 juta dan Rp 597 juta.

Sementara itu Denza D9 yang digadang sebagai Multi Purpose Vehicle (MPV) listrik termurah di Indonesia juga turut terdampak.

Denza D9

Mengingat harga Denza D9 yang dipasarkan sekarang sudah termasuk insentif, dan ada rencana perakitan lokal model tersebut.

NJKB model tersebut adalah Rp 739 juta, dan saat ini dijual Rp 950 jutaan.

Pasca pengenaan tarif bea masuk, harga Denza D9 dapat melonjak jadi Rp 1,4 miliar ke atas. Kenaikannya tembus Rp 475 jutaan.

Aion Hyptec HT Gullwing Bakal Diproduksi di Indonesia Tahun Ini

Selain itu ada Hyptec HT di angka Rp 510 juta sampai Rp 611 juta. Belum dirakit lokal, kedua tipe dijual Rp 691 juta-Rp 843,5 juta termasuk insentif.

Tanpa program insentif, Hyptec HT Premium dan Ultra berpeluang dilego Rp 765 juta sampai Rp 1,26 miliar.

Tetapi perlu diingat, hitungan tersebut masih berupa gambaran dan penerapannya bisa berbeda tergantung kebijakan perusahaan.