Jeritan Sang Ibu, Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis Brimob: Polisi Kok Bunuh Rakyat yang Sedang Berjuang?

Erlina, ibu driver ojol Affan Kurniawan.
Erlina, ibu driver ojol Affan Kurniawan.

 Isak tangis tak henti terdengar di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat 29 Agustus 2025. Erlina, ibu Affan Kurniawan, terus meratap di samping makam putranya yang baru saja dimakamkan. Pemuda berusia 21 tahun itu tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

“Anak saya capek seharian. Kok masih tega, tega,” ucap Erlina sambil menangis. Scroll untuk tahu ceritanya lebih lanjut, yuk!

Affan bukanlah tulang punggung keluarga. Ayahnya juga bekerja sebagai pengemudi ojek online, sementara kakaknya bekerja di bengkel. Namun Affan memilih tetap mencari nafkah demi meringankan beban orang tuanya.

“Bapaknya Ojol, kakaknya kerja di bengkel, service. Affan, dia pengen nyekolahin adiknya,” kata Erlina dengan suara parau.

Cita-Cita Sederhana yang Terhenti

Sejak lama, Affan punya dua impian sederhana: membantu biaya sekolah adiknya yang masih duduk di bangku SMP dan membangun rumah untuk keluarganya di kampung halaman, Lampung.

“Ada cita-cita mau bikin rumah di kampung, kampungnya di Lampung,” tutur Erlina.

Namun cita-cita itu kini tinggal kenangan. Pemuda yang setiap hari menjemput rezeki sebagai pengemudi ojol itu harus meregang nyawa di jalan, bukan karena ulahnya sendiri, melainkan akibat kendaraan aparat yang seharusnya melindungi rakyat.

Kritik untuk Aparat

Erlina tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Baginya, kematian sang anak adalah bukti bahwa aparat yang mestinya menjadi pelindung justru berubah menjadi ancaman.

“Bagaimana bisa polisi yang seharusnya pengayom rakyat justru tega membunuh rakyat yang tengah berjuang,” kata Erlina lirih.

Affan, menurut sang ibu, bukan tipe pemuda pembuat onar. Ia dikenal pendiam, lebih banyak menghabiskan waktu bekerja, pulang untuk istirahat, lalu kembali bekerja.

“Ojol juga. Abangnya kerja, anak yang kecil kelas 2 SMP. Affan enggak pernah ikut-ikutan demo, apalagi bikin ulah,” ujar Erlina.

Respons Aparat

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat mendatangi RSCM, tempat jenazah Affan disemayamkan sebelum dimakamkan. Ada kabar bahwa tujuh orang yang berada di dalam kendaraan rantis sudah diamankan. Namun publik masih menuntut agar identitas mereka dibuka secara jelas dan transparan.

Di tengah tuntutan itu, ratapan sang ibu menjadi potret luka yang lebih dalam daripada sekadar angka korban.

“Dianya enggak ada. Buat apa? Dia kerja buat ngumpulin uang buat kita emak. Tapi sekarang dia udah enggak ada,” ucap Erlina, sebelum akhirnya kembali larut dalam tangis.