Puan Kembali Minta Maaf Atas Kinerja DPR, Rencana Kumpulkan Tokoh Buat Evaluasi

Puan Kembali Minta Maaf Atas Kinerja DPR, Rencana Kumpulkan Tokoh Buat Evaluasi

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani Bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mendatangi rumah duka Affan Kurniawan, Sabtu (30/8).

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani kembali meminta maaf dan akan mengevaluasi kinerja DPR.

Permintaan maaf ini menyusul demo yang berakhir menewaskan seorang Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang meninggal dilindas kendaraan taktikal polisi.

"Pertama-tama tentu saja atas nama anggota DPR dan pimpinan DPR, sekali lagi saya meminta maaf jika kami sebagai wakil rakyat belum bisa bekerja dengan baik secara sempurna," katanya usai ke rumah duka Affan Kurniawan bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung, di Jakarta, Sabtu (30/8).

Demo di Jakarta berlangsung karena warga tidak suka pada sikap DPR serta tunjangan-tunjangan yang dinilai sangat besar.

Puan menegaskan, pihaknya akan mengevaluasi, berbenah diri, dan mendengar aspirasi rakyat, juga bergotong-royong membangun bangsa secara lebih sehat dan lebih baik.

"Dan marilah kita bangun bangsa ini bersama-sama. Kita berdiskusi, kita dengarkan masukan-masukan dari hara tokoh bangsa, dari tokoh-tokoh dalam membangun bangsa ini," katanya.

Ketika ditanya awak media soal tunjangan rumah DPR, Puan mengatakan, sudah disampaikan bahwa itu hanya sampai ke Oktober.

Kemudian, ketika ditanya awak media tentang pembenahan cara berkomunikasi anggota DPR yang berisiko memicu amarah publik, Puan menyebutkan agar semua harus menahan diri, saling menghormati dan menghargai, dan tidak saling menyakiti.

Namun dia tidak merespon ketika ditanya tentang anggota DPR yang diduga ke luar negeri saat masyarakat berdemo.

Puan berjanji akan membantu keluarga almarhum Affan Kurniawan agar dapat tetap bekerja, juga agar saudara-saudaranya bisa melanjutkan pendidikannya.

"Jadi saya juga menyampaikan kepada kedua orang tuanya, Insya Allah kakak dan adiknya bisa dibantu sekolahnya oleh Pak Gubernur," katanya.

Selain itu, dia akan menyediakan kendaraan bagi bapak dari almarhum Affan, karena dia juga bekerja sebagai pengemudi ojek online.

"Karena motor dari Almarhum rusak atau kendaraan belum ditemukan, saya juga menawarkan jika membutuhkan untuk ada kendaraan," katanya. (*)