Sultan Banget, RX-King Ahmad Sahroni Dimodif Sampai Rp 450 Juta

Politikus Ahmad Sahroni tengah menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai pihak-pihak yang meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dibubarkan.
Pernyataan tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Ungkapan yang disampaikan "Sultan Priok" itu menuai kritik tajam.
Di tengah kontroversi tersebut, sisi lain Sahroni kembali menarik perhatian publik. Ia dikenal sebagai penggemar otomotif dengan deretan koleksi kendaraan mewah yang mengisi garasinya.
RX-King Sultan Priok milik Ahmad Sahroni
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan Sahroni pada 21 Februari 2025 untuk periodik tahun 2024, koleksinya mencakup supercar seperti Ferrari 366 hingga motor gede (moge) Harley Davidson Road Glide lansiran 2022.
Namun di antara banyak kendaraan mewah tersebut, Sahroni dikenal memiliki kecintaan khusus terhadap motor legendaris Yamaha RX-King.
Dalam wawancara bersama Kompas.com pada Sahroni mengungkapkan bahwa ia tidak segan menggelontorkan ratusan juta rupiah untuk memodifikasi salah satu RX-King miliknya.
RX-King Sultan Priok milik Ahmad Sahroni
Motor yang dimodifikasi secara total oleh bengkel PapnMam Modified di Semarang, Jawa Tengah, menghabiskan biaya hingga Rp 450 juta.
"Konsepnya adalah full racing, dilakukan oleh PapnMam Semarang. Dia design, gue yang approve, dengan kondisi pokoknya knalpotnya gue minta knalpot udang," kata Bang Roni kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.
RX-King yang diberi nama Roni Man ini tampil mencolok dengan balutan warna merah dan kuning khas karakter Iron Man. Tak hanya cat, seluruh bodi motor dibuat dari bahan serat karbon.
Hampir seluruh komponen motor tersebut merupakan hasil pengerjaan khusus secara manual, mulai dari knalpot udang, swing arm, hingga foot step yang dibuat secara custom.
"Semua dia buat, no limit, luar biasa detail, sangat detail, sudah seperti yang buat pabrikannya langsung. Luar biasa puas, Rp 450 juta, bukan harganya tapi kepuasannya. Rp 450 juta semua orang pasti bisa beli, tapi puas perasaan kita nerimanya itu tak ternilai harganya," ujarnya.
Bagi Sahroni, motor tersebut bukan hanya soal hobi atau tampilan, tetapi juga bentuk apresiasinya terhadap kemampuan anak bangsa. Ia mengaku tidak pernah menawar harga yang diajukan pihak bengkel karena percaya pada kualitas yang diberikan.
"Gue enggak pernah nawar, nanya, dia sebutin harganya berapa. Dia harus buat yang terbaik karena ini citranya sendiri. Kalau buat jelek, rusak nama (bengkel), ini lah hasil apa yang gue kasih support, seperak aja gue enggak nawar, kita puas," ucapnya.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!