Batas Waktu Demo Sudah Habis, Kapolrestabes Surabaya Imbau Massa Segera Pulang

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Surabaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Luthfie Sulistiawan, turun langsung menemui mahasiswa yang menggelar aksi di depan kantor Polrestabes Surabaya, Sabtu (30/8/2025).
"Sudah ya, teman-teman disuruh balik, semua aman kan," ujar Kombes Pol Luthfie saat menemui massa di luar kantor Polrestabes Surabaya, dikutip Antaranews.
Pantauan di lapangan menunjukkan, pada pukul 17.00 WIB sejumlah personel polisi telah disiagakan untuk menghalau massa agar tidak melanjutkan aksi.
Aturan Batas Waktu Demonstrasi
Imbauan Kapolrestabes mengacu pada Pasal 6 ayat (2) Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 9 Tahun 2008 yang membatasi waktu demonstrasi di tempat terbuka, yakni antara pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
Sekitar pukul 17.28 WIB, peserta aksi mulai meninggalkan lokasi dengan mengambil kendaraannya.
Namun, masih ada beberapa orang yang duduk di pinggir Jalan Sikatan sehingga petugas kembali mengimbau agar segera membubarkan diri.
Kerusakan Fasilitas dan Vandalisme
Sejumlah fasilitas milik Polrestabes Surabaya mengalami kerusakan akibat aksi tersebut. Tulisan neon box "Museum Hidup Polrestabes Surabaya" terlihat pecah hampir di seluruh bagian mika depannya.
Selain itu, vandalisme juga tampak di tembok kantor Polrestabes Surabaya dan di dinding kafe Nude Coffee yang berada tepat di depannya.
Hingga pukul 17.40 WIB, massa aksi sudah tidak lagi terlihat berkerumun di depan kantor Polrestabes Surabaya.
Latar Belakang Aksi Solidaritas
Sebelumnya, ratusan mahasiswa menggelar aksi solidaritas di depan Polrestabes Surabaya untuk menyampaikan aspirasi terkait rekan mereka yang ditahan usai aksi serupa pada Jumat (29/8/2025).
Sejak sekitar pukul 14.30 WIB, mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya dan sekitarnya berdatangan.
Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas di Jalan Sikatan terhenti karena ruas jalan dipenuhi massa.
Organisasi kemahasiswaan yang terlibat dalam aksi antara lain Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), hingga Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!