Top 6+ Tips Mencegah Stres akibat Permasalahan Negara Menurut Psikolog

tips mengurangi stres, tips mencegah stres, 6 Tips Mencegah Stres akibat Permasalahan Negara Menurut Psikolog, 1. Selang-seling mengonsumsi berita, 2. Lakukan pernapasan dalam secara rutin, 3. Olahraga ringan setiap hari, 4. Menulis jurnal atau menyalurkan pikiran lewat tulisan, 5. Fokus pada lingkup terdekat, 6. Mengelola ekspektasi

Isu korupsi hingga konflik permasalahan negara tak jarang membuat sebagian orang merasa stres.

Tak sedikit yang mengaku cemas ketika mengikuti perkembangan berita seputar permasalahan negara.

Psikolog Klinis Yustinus Joko Dwi Nugroho, M.Psi., mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental tanpa menghilangkan kepedulian terhadap isu negara.

"Penting untuk empati berjarak, artinya peduli terhadap isu sosial, isu bangsa, namun tak larut dengan kondisi kesehatan mental," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (27/8/2025).

Berikut 6 tips sederhana untuk mengurangi stres akibat masalah negara menurut psikolog.

Tips mengurangi stres akibat permasalahan negara

1. Selang-seling mengonsumsi berita

Menurut Psikolog Joko, menyerap terlalu banyak berita negatif bisa memicu stres berkepanjangan dan membuat sulit fokus pada kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan, penting untuk membaca berita secara selang-seling tanpa melupakan isu utama agar kesehatan mental tetap terjaga.

Ia mengatakan, dengan cara ini, seseorang bisa tetap bisa peduli, tapi tidak larut dalam kekhawatiran.

2. Lakukan pernapasan dalam secara rutin

Cukup luangkan beberapa menit setiap hari untuk menarik napas dalam, menahan sebentar, lalu hembuskan perlahan.

Aktivitas ini sederhana tapi efektif untuk menenangkan sistem saraf, menurunkan ketegangan, dan memberi jeda dari berita yang memicu stres.

3. Olahraga ringan setiap hari

Berlari santai, jalan kaki, yoga, atau stretching selama 15–30 menit bisa membantu tubuh dan pikiran tetap segar.

Aktivitas fisik juga meningkatkan produksi hormon endorfin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan.

4. Menulis jurnal atau menyalurkan pikiran lewat tulisan

Catat apa yang dirasakan, kekhawatiran, atau ide-ide positif.

Dengan menulis, kita memproses emosi secara lebih sehat, sekaligus bisa melihat perspektif yang lebih objektif terhadap masalah.

5. Fokus pada lingkup terdekat

Psikolog Joko menyarankan untuk berkontribusi pada lingkungan kecil sekitar, seperti keluarga, teman, atau komunitas melalui aksi nyata.

"Terutama bagi mereka yang belum beruntung. Misalnya melalui aksi nyata kecil untuk membantu mereka, seperti donasi atau edukasi," ungkap Psikolog Joko.

"Tak haru selalu melalui uang, bisa dengan tenaga atau pikiran. Itu adalah cara sederhana untuk menjaga rasa peduli kita tanpa membuat mental kita lelah," sambungnya.

Menurutnya, the power of giving bisa membuat seseorang merasa lebih gembira dan lebih bersemangat.

6. Mengelola ekspektasi

Menurut Psikolog Joko, perubahan sosial maupun kondisi negara tidak terjadi secara instan.

Terlalu tinggi berekspektasi kerap memicu frustrasi dan stres.

“Perlu diingat, pemerintah juga berusaha agar masyarakat bisa terus membaik, namun dalam tata negara banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari kepentingan politik hingga tarik-menarik kepentingan lain,” jelas Psikolog Joko.

Menurutnya, dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah proses, kita bisa tetap peduli terhadap isu bangsa, tetapi tidak terbebani emosi berlebihan.

Fokus pada hal-hal yang bisa dikontrol dan kontribusi di lingkungan terdekat membantu menjaga kesehatan mental tetap stabil.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!