Kontroversi Merince Kogoya, Finalis Miss Indonesia 2025 Papua Pegunungan yang Didiskualifikasi

Finalis Miss Indonesia 2025 asal Papua Pegunungan, Merince Kogoya, akhirnya angkat bicara terkait keputusan panitia yang mendiskualifikasi dirinya dari ajang kecantikan tersebut.
Merince didiskualifikasi usai unggahan video lamanya yang menampilkan dirinya mengibarkan bendera Israel viral di media sosial.
Video itu diunggah melalui akun Instagram pribadinya pada 16 Mei 2023.
Meski demikian, Merince menilai keputusan panitia Miss Indonesia tidak hanya berlebihan, tetapi juga mencerminkan perlakuan diskriminatif yang sudah ia rasakan sejak awal proses seleksi hingga masa karantina di Jakarta.
“Sejak awal saya ditunjuk secara khusus untuk mewakili Papua Pegunungan. Namun, berbeda dengan finalis lain, saya tidak menerima buku panduan saat mengikuti audisi,” kata Merince dalam konferensi pers di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (29/8/2025).
“Saya ikuti audisi benar-benar tanpa arah atau panduan. Saya hanya berjalan dengan pertolongan dan petunjuk Tuhan,” ujarnya.
Klaim Perlakuan Diskriminatif
Mahasiswi Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih itu juga menyinggung soal perlakuan yang menurutnya diskriminatif selama masa karantina.
Merince menyebut, meskipun dokter gizi telah merekomendasikan agar ia mendapatkan menu makanan berbasis umbi-umbian sesuai kebutuhan tubuh, tetapi kenyataannya ia justru menerima menu yang tidak sesuai.
“Selama dua hari berturut-turut saya hanya diberi makan siang berupa mie, sehingga daya tahan tubuh saya menurun. Tapi karena pertolongan Tuhan, saya bisa tetap bertahan,” kata Merince.
Selain itu, ia juga menyoroti momen penyematan selempang finalis pada 26 Juni 2025.
Dari 38 finalis Miss Indonesia yang hadir, hanya tiga finalis dari wilayah barat dan tengah yang diminta maju ke depan, sementara perwakilan dari wilayah timur, termasuk dirinya, tidak diberi kesempatan.
“Kami dari timur hanya saling memberi semangat, walau tidak diundang maju,” ucapnya.
Puncak Kontroversi
Merince Kogoya, perwakilan Papua Pegunungan di ajang Miss Indonesia 2025, mendadak menjadi sorotan publik setelah didiskualifikasi dari kompetisi.
Puncak masalah muncul setelah beredarnya video lama Merince mengibarkan bendera Israel bersama sebuah komunitas keagamaan di Papua.Dalam bio Instagram pribadinya, ia juga sempat menuliskan dukungan “I Stand With Israel” lengkap dengan emotikon bendera Israel.
Tindakan itu memicu kontroversi di ruang publik hingga akhirnya panitia Miss Indonesia 2025 resmi mendiskualifikasi Merince pada 27 Juni 2025. Sebagai penggantinya, panitia menunjuk Karmen Anastasya untuk mewakili Papua Pegunungan dalam ajang tersebut.
Merince menegaskan, tindakannya tidak dimaksudkan sebagai sikap politik, melainkan alasan religius. Ia juga menyayangkan perjuangan selama empat bulan dalam ajang itu berakhir sia-sia.
“Saya jumpa pers hari ini untuk pemulihan nama baik saya, karena pasca-didiskualifikasi dari Miss Indonesia,” ujarnya.
Melalui unggahan di Instagram Story dan kolaborasi postingan bersama rekannya, Merince juga menegaskan kekecewaannya. “Saya menyayangkan perjuangan saya selama empat bulan, termasuk pengorbanan waktu dan finansial yang telah dikeluarkan, berakhir seperti ini,” tulisnya.
Sikap Merince turut dibela oleh akun @jhmambrasar yang mengunggah pernyataan, “Dalam konteks ini, tindakan Miss Papua Pegunungan yang memegang bendera Israel tidak seharusnya langsung dihakimi dan dipolitisasi secara sempit,” pada Selasa (1/7/2025).
Suara Keluarga
Ibu Merince, Yurince Lokbere, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap perlakuan panitia Miss Indonesia 2025.
“Sejak awal, anak saya tidak diberikan buku panduan seperti finalis lain. Dia benar-benar masuk audisi tanpa arah, hanya mengandalkan pertolongan Tuhan. Padahal peserta lain menerima buku panduan lengkap,” ujar Yurince.
Ia menilai, keputusan panitia mendiskualifikasi putrinya dilakukan tanpa cara yang terhormat.
“Anak saya dipanggil secara terpisah dan diberi tahu tentang video itu, lalu langsung dikeluarkan. Tidak ada ruang untuk menjelaskan, tidak ada klarifikasi yang adil. Kami merasa ini bentuk diskriminasi,” katanya.
Pihak keluarga pun berharap panitia Miss Indonesia dapat menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi secara terbuka.
Latar Belakang Merince
Merince Kogoya, perwakilan Papua Pegunungan di ajang Miss Indonesia 2025 yang dieliminasi.
Merince Kogoya lahir di Wamena, Papua Pegunungan, pada 14 Agustus 2005. Ia menempuh pendidikan di SD Negeri Inpres Hedam Abepura, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 3 Jayapura dan SMA Negeri 3 Jayapura.Selain aktif di dunia akademik, Merince juga dikenal berprestasi di bidang nonakademik. Ia pernah mengikuti kompetisi olahraga basket dalam ajang Honda DBL 2021 serta Honda DBL with KFC 2022-2023.
Pada 2021, ia juga mewakili sekolahnya dalam ajang Kompetisi Sains Nasional Tingkat Provinsi (KSN-P).
Kini, di usianya yang masih 19 tahun, Merince tercatat sebagai mahasiswa Universitas Cenderawasih.
Kompas.com sempat menghadiri konferensi pers 38 finalis Miss Indonesia 2025 di MNC Studios, Jakarta Barat, pada Senin (30/6/2025).
Namun, saat dimintai keterangan, pihak Founder dan Chairwoman Miss Indonesia 2025 maupun Project Director Miss Indonesia tidak bersedia diwawancarai dan enggan memberikan pernyataan resmi terkait alasan diskualifikasi Merince secara terbuka.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!