Resale Value Mobil: Pentingnya Bagi Konsumen Indonesia

Pertimbangan membeli mobil bagi masyarakat Indonesia tidak hanya soal desain, fitur, kenyamanan, atau efisiensi bahan bakar.
Faktor nilai jual kembali (resale value) masih menjadi hal penting yang memengaruhi keputusan konsumen.
Yulian Karfili, Communication Strategy Senior Manager PT Honda Prospect Motor (HPM), mengatakan bahwa meski sebagian konsumen berusaha mengabaikan resale value saat pertama membeli mobil, pada akhirnya faktor ini tetap menjadi bahan pertimbangan.
Booth Honda di IIMS 2025
“Banyak juga yang kayak misalkan yaudah lah saya pakai mobil, gapapa. Masalah resale value saya enggak mikirin, masa beli mobil udah mikirin jual lagi. Hari ini ngomong begitu. Coba tahun depan sudah pakai mobilnya setahun ketika mau jual lagi, sakit hati (apabila harga jualnya turun)," ucap Yulian di Surabaya, Rabu (27/8/2025).
Menurutnya, karakter konsumen Indonesia masih sangat money conscious, alias cermat dalam mempertimbangkan nilai uang yang mereka keluarkan.
Artinya, ketika membeli mobil, bukan hanya manfaat penggunaan yang diperhatikan, melainkan juga seberapa besar nilai mobil tersebut saat dijual kembali.
“Masih menilai bukan investasi, tapi nilai kembalinya buat saya (sebagai pembeli) itu apa sih,” kata dia.
Lebih lanjut, Yulian menjelaskan bahwa resale value sejatinya terbentuk seiring waktu, dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Mulai dari populasi mobil di pasaran, dukungan purna jual, ketersediaan suku cadang, hingga rekam jejak pengguna sebelumnya yang sudah menjual kembali mobil tersebut.
“Itu kan sesuatu yang terbentuk seiring waktu berjalan, gitu resale value itu. Jadi otomatis aja kalau sesuatu yang belum kelihatan, ya orang selama masih ragu pasti nilainya pasti rendah,” kata Yulian.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!