Polisi Klaim Temukan Grup WhatsApp 457 Anggota Pelajar Bogor Diajak Ikut Demo ke Jakarta

Polres Bogor, pelajar bogor, demo 28 agustus 2025, Demo 28 Agustus 2025 DPR, pelajar demo di DPR, Polisi Klaim Temukan Grup WhatsApp 457 Anggota Pelajar Bogor Diajak Ikut Demo ke Jakarta

Polisi mengungkap adanya grup WhatsApp yang digunakan untuk mengajak ratusan pelajar asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ikut aksi demo di Jakarta.

Para pelajar yang ingin bergabung diklaim diminta membayar Rp 10.000 per orang untuk keperluan aksi.

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan ditemukan ajakan terkoordinasi di dalam grup WhatsApp.

“Ada ajakan dan terkoordinir. Dari percakapan grup malah mereka ini yang harus membayar Rp 10.000,” kata Wikha kepada wartawan di Mapolres Bogor, Kamis (28/8/2025) malam.

Menurut polisi, uang yang dikumpulkan itu diduga digunakan untuk membeli cat dan cat semprot. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa para pelajar akan melakukan aksi vandalisme di Jakarta.

“Mungkin mereka mau melakukan aksi vandalisme di wilayah Jakarta,” tambahnya.

Berapa Banyak Pelajar yang Terlibat?

Dari data kepolisian, grup WhatsApp tersebut beranggotakan 457 orang yang mayoritas merupakan pelajar SMA/SMK sederajat.

Dari jumlah itu, 197 pelajar berhasil diamankan saat penyekatan di berbagai titik perbatasan Kabupaten Bogor. Polisi juga telah menahan tiga orang admin grup WhatsApp untuk diperiksa lebih lanjut.

Selain di Bogor, upaya pencegahan juga dilakukan di sejumlah wilayah Jawa Barat. Polda Jabar mencatat ada 331 orang dari berbagai daerah yang hendak menuju Jakarta untuk ikut aksi, terdiri dari 254 pelajar SMA/SMK, satu pelajar SMP, serta enam warga dari Kota dan Kabupaten Bogor.

Polres Bogor, pelajar bogor, demo 28 agustus 2025, Demo 28 Agustus 2025 DPR, pelajar demo di DPR, Polisi Klaim Temukan Grup WhatsApp 457 Anggota Pelajar Bogor Diajak Ikut Demo ke Jakarta

Ratusan pelajar terjaring penyekatan hendak ikut demo ke Jakarta di wilayah Kabupaten Bogor

Bagaimana Upaya Pencegahan Polisi?

Aparat kepolisian melakukan penjagaan ketat di sejumlah akses menuju Jakarta, termasuk terminal, jalan tol, stasiun, dan jalur utama.

Dari hasil penyekatan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang cukup mengkhawatirkan, seperti senjata tajam, pakaian bebas, hingga selebaran.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa upaya pencegahan ini dilakukan agar para pelajar tidak menjadi korban.

“Yang kita patut sayangkan itu adalah dari 331 orang ini kurang lebih 254 itu pelajar SMA sederajat. Kami berkeinginan melindungi mereka agar tidak menjadi korban apabila ikut demonstrasi di Jakarta,” ujarnya.

Apa Sanksi bagi Sekolah yang Siswanya Terlibat?

Data kepolisian menunjukkan, ada 54 SMA/SMK di Jawa Barat serta 1 SMP di Purwakarta yang siswanya terlibat dalam rencana keberangkatan ke Jakarta.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut akan memberikan sanksi tegas terhadap sekolah-sekolah tersebut.

“Kami juga telah mendapatkan informasi dari Pemprov, di mana data-data dari jumlah 54 SMA ini akan dilakukan penindakan secara tegas kepada sekolah yang memberikan kontribusi pelajar berangkat ke sana. Sanksi kami serahkan kepada Pemprov untuk pembinaan,” jelas Hendra.

Meski melakukan penindakan, kepolisian juga menempuh pendekatan humanis. Para pelajar yang diamankan tidak serta-merta diproses hukum, melainkan diberikan pembinaan rohani.

“Kami lakukan shalat bersama dan istighasah, juga pembinaan murthal kepada mereka. Ini aksi humanis yang dilakukan oleh Polres Jawa Barat terhadap para pelajar yang akan ikut aksi demo di Jakarta ini,” kata Hendra.

Setelah diberikan pembinaan, para pelajar tersebut kemudian dipulangkan ke orang tua masing-masing.

Sebagian artikel ini telah tayang di dengan judul "Grup WA Mobilisasi Demo di Jakarta Terbongkar, Ratusan Pelajar Wajib Bayar Rp 10.000".

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!